Tampilkan postingan dengan label Kekayaan Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kekayaan Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2018

Suara Hati si Duyung dan Teman-Teman

Bagaimana jika suatu hari tempatmu mencari makan, tempatmu membesarkan bayi-bayi, serta tempat bertemu saudaramu perlahan rusak, pelan-pelan sumber makanan tak ada di sana, bahkan tempat yang bernama padang lamun itu tak bisa kamu temui lagi? Sedih bukan? Dan, pelan-pelan kami akan musnah dari perairan!

Sumber gambar: @dscpindonesia

Begitulah lamunan penghuni padang lamun seperti ikan duyung, dugong, kerang, ikan baronang, bintang laut, kepiting rajunan, dan lainnya. Kelangsungan hidup mereka sangat tergantung pada hamparan tanaman berbunga yang tumbuh di perairan laut dangkal. Satu-satunya tanaman berbunga dan bisa beradaptasi dengan baik di air laut adalah lamun. Hamparan lamun di sepanjang pinggir perairan laut dangkal ini bernama padang lamun. Pada padang lamun inilah bayi dugong dan teman-temannya memulai kehidupannya. Mereka diasuh dan dibesarkan ibunya di sana sampai usia mereka siap bertarung di laut lepas.

Sampai kapan manusia-manusia berhenti menangkap ikan dengan bom atau sianida? 
Apakah mereka tidak paham itu bisa merusak rumah kita? 
Seekor penyu hijau bertanya pada teman-temannya. Namun, tak terdengar sahutan. Hening. Penyu hijau dan teman-temannya terpekur di antara lamun yang bergerak lembut. Mereka memandangi air laut yang nampak kotor. Penyu hijau dan teman-temannya tidak sempat merasakan berenang di jernihnya air padang lamun. Nenek mereka bercerita, dahulu kala, air padang lamun sangat jernih dan segar rasanya. Yaitu, kala air di sepanjang hamparan padang lamun bebas dari zat berbahaya.

Satu persatu terumbu karang mati oleh limbah industri. Itu tempat kita sembunyi dari mara bahaya. Tempat bermain petak umpet saat ibu mencari makanan untuk kita.
Seekor ikan baronang mengomel mengeluarkan gelembung air. Dia berenang lesu. Terumbu karang cantik warna warni yang pernah diceritakan Ibu telah berubah kisah pilu. Terumbu-terumbu karang itu jumlahnya makin sedikit. Mereka sengaja diambil oleh tangan-tangan jahil atau perlahan mati oleh limbah industri.

Ayo kita lomba berenang sampai ke mangrove. 
Siapa yang menang, dapat jatah makanan paling banyak!
Seru kepiting rajunan pada teman-temannya. Lagi-lagi hening. Sunyi beberapa saat lamanya. Hanya terdengar kerisik dedaun mangrove yang bergerak tipis tersapu angin.
"Aku bukan tidak mau berenang ke sana. Tapi, melewati padang lamun yang tanamannya kurang sehat serta airnya kotor, aku ragu pulang dari sana badanku sakit semua. Kawasan itu sudah tidak sehat bagi kita," seekor kepiting rajunan menggerak-gerakkan capitnya.

Tanpa mereka sadari, seekor duyung menangkap pembicaraan teman-temannya. Ada desir pilu menyeruak perasaanya. Teman-teman itu benar. Padang lamun yang dulu tempat istimewa baginya dan teman-temannya, kini perlahan sirna oleh perbuatan manusia. Akan tetapi, tidak semua makhluk bernama manusia seperti itu. Si duyung mencoba mengingat-ingat...

Adalah Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP) Indonesia yang terus berupaya mengembalikan fungsi padang lamun. Padang lamun yang mampu menahan pantai dari gelombang dan ombak terus diupayakan kelestariannya. Padang lamun yang mampu mengurangi laju perubahan iklim dengan menyerap emisi karbondioksida terus diusahakan keberadaanya. Melalui sejumlah lokakarya, DSCP Indonesia menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian padang lamun. Pencemaran oleh limbah rumah tangga, pertanian, dan industri yang bisa merusak padang lamun harus dicegah. DSCP Indonesia terus mengajak semua kalangan untuk bersama-sama menumbuhkan dan menjaga kelestarian padang lamun. Padang lamun tidak hanya berguna bagi ikan-ikan dan habitanya, padang lamun sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Bukankah manusia membutuhkan makanan bergizi, yaitu ikan berprotein tinggi, di mana padang lamun sebagai habitat awal untuk bertumbuh?

Baiknya kita pindah saja ke padang lamun yang masih sehat, di sini kita hanya menunggu waktu untuk sakit. Sayangnya, padang lamun sehat tempatnya jauh dari sini.
Keluh si dugong sambil malas-malasan berenang. Namun, saat sedang melamun panjang, terdengar percakapan sejumlah manusia dari atas perahu.

"Lamun itu satu-satunya tenaman yang berbunga dan berbuah di dalam laut. Mulai produksi serbuk sari, penyerbukan, serta pembuahan dilakukan di dalam air laut. Akar-akarnya kuat mencengkeram ke dasar laut. Kita harus melakukan transplantasi lamun. Segera kita ciptakan areal padang lamun yang baru. Kasihan ikan-ikan dan penghuni padang lamun ini."

"Siap, Pak!" sahut manusia lainnya.

"Lakukan perbaikan pada padang lamun yang kurang sehat. Kerahkan semua pihak terkait untuk bersama-sama mengatasi padang lamun yang mau mati ini."

"Siap, Pak!"

Mendengar pembicaran itu, si dugong segera berlari memanggil teman-temannya. Sebentar saja penghuni padang lamun berkumpul. Si dugong menceritakan apa yang baru saja didengarnya pada teman-temannya. Seketika, semua membayangkan, sebentar lagi mereka punya rumah baru yang sehat, yang airnya jernih dengan terumbu karang cantik betebaran. Sungguh mereka tak sabar ingin memiliki rumah baru. Padang lamun baru.

Karya D. Alindi

"Baiklah, mari kita goyang dugong daripada bengong!" ajak si dugong diikuti teman-temannya yang langsung berjoget asyik.

#duyungmelamun

 






Kamis, 24 Mei 2018

Kafe Kolong Jembatan Jember: Dari Jijik Jadi Asyik!

Apa yang telintas di benak Anda jika mendengar kata 'kolong jembatan'? Pasti terbayang keadaan kumuh, jorok, kotor, bau, dan lainnya. Anda tidak salah! Sebab memang seperti itulah kondisi umum sebuah kolong jembatan.

Begitu pula kondisi kolong jembatan di bawah jembatan sungai Bedadung, Jalan Mastrip, Jember, sebelum disulap. Kolong jembatan tersebut gelap, kotor, dan sepi. Lokasi tersebut kerap digunakan sebagai tempat mabuk, judi, maupun perbuatan terlarang lainnya. Tidak mengherankan jika masyarakat sekitar cenderung menjauhi termpat tersebut.

Kolong Jembatan Sebelum Disulap Menjadi Kafe. Sumber Gambar: https://kanalwisata.com


Akan tetapi, sejak tahun 2012, kolong jembatan tersebut telah menjadi salah satu destinasi wisata Jember. Seorang laki-laki bernama Johanes Kris Astono telah menggagas kolong jembatan kumuh tersebut menjadi sebuah kafe unik. Kolong jembatan yang semula kotor dan sepi, kini menjadi kafe cantik dan selalu dipadati pengunjung.

Dua Kolong Jembatan
Terdapat dua kolong di kafe kolong jembatan ini. Satu kolong terdapat panggung mini untuk pertunjukan musik. Satu kolong lagi sebagai tempat santai. Kursi-kursi diatur sepanjang dinding kolong, pada bagian tengahnya dibiarkan kosong sebagai tempat jalan bagi pengunjung. Penerangan cukup memadai, menjadikan suasana kafe kolong jembatan nampak cantik dan genit di malam hari.

Kafe Kolong Jembatan di Malam Hari. Sumber gambar: https://travel.kompas.com

Menu Kafe Kolong Jembatan
Kafe kolong jembatan ini buka mulai pukul 18.00-02.00 wib. Pengunjung bisa memesan aneka makanan serta minuman. Kentang rasa, lumpia, dan lain-lain bisa dipesan di sana, juga kopi asli dari berbagai daerah diolah dengan racikan sendiri ala kafe kolong jembatan. Bagi yang tidak menyukai kopi, bisa memilih susu sapi murni, kapulaga, teh hijau, atau air mineral. Selain menikmati sajian menu kafe, pengunjung juga dimanjakan oleh alunan musik di kafe kolong jembatan. Benar-benar membuat suasana kafe kolong jembatan semakin syahdu.

Di awal dibangunnya kafe kolong jembatan, pengunjung terbatas dari kota Jember. Sekarang, pengunjung dari luar kota kerap mampir ke kafe kolong jembatan. Keberadaan kafe kolong jembatan ini tentu membuat kota Jember makin rame.


Tip Menghindari Masuk Angin Saat Berkunjung di Kafe Kolong Jembatan
Walaupun menghabiskan malam di kafe kolong jembatan adalah sebuah kenikmatan tersendiri, ada hal yang harus diperhatikan, khususnya bagi yang tidak terbiasa begadang.

  • Usahakan tidur siang sebelum jadwal ke kafe kolong jembatan. Ini untuk menghindari kurang tidur. Tidur cukup di siang hari, tubuh tetap segar saat begadang.
  • Untuk yang tidak suka kopi, pilih alternatif minuman yang disediakan. Tidak terbiasa minum kopi lalu memaksa minum kopi bisa menyebabkan mual dan pusing.
  • Kenakan pakaian hangat atau sediakan jaket jika diperlukan. Berada di ruangan terbuka dan menyatu dengan alam, tubuh perlu perlindungan supaya terhindar dari bahaya buruk udara malam.
  • Jangan selalu duduk. Jika mulai terasa penat, berdiri dan berjalanlah di lorong jembatan. Ini membantu mengembalikan tubuh lebih segar.
  • Ketika rasa kantuk melanda dan tidak bisa ditahan, penuhi keinginan tubuh untuk beristirahat.
Sungguh, semua patut angkat jempol atas ide cemerlang putra daerah tersebut yang telah mengubah tempat menjijikan menjadi kawasan asyik yang dirindukan. Selamat menikmati romansa indah di kafe kolong jembatan jalan Mastrip,, Jember, suatu ketika.

#destinasiwisatajember
#Jembermakinrame

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger. 



Belajar Herbalis di Taman Botani Sukorambi Jember

Siapa menyangka jika sebuah tambak kecil di desa Sukorambi, Jember, Jawa Timur, kini menjadi destinasi wisata Jember yang amat menawan?

Koleksi fauna di Taman Botani Sukorambi. Sumber gambar: www.jejaksandal.com


Adalah Bapak H. Abdul Kahar Muzakir yang ingin mengisi kesibukan di masapurna tugas sebagai Bupati Jember. Bermodal dana pensiun, beliau membeli sebuah tanah di desa Sukorambi untuk kemudian dimanfaatkan sebagai tambak ikan. Melihat tambak ikan tersebut cukup produktif dan berada di kawasan persawahan yang indah, maka Bapak H. Abdul Kahar Muzakir berkeinginan menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat rekreasi milik pribadi. Akan tetapi, sejumlah rekan sejawat beliau menyarankan agar tempat tersebut dijadikan kawasan wisata alam di Jember.

Berbekal sumbangsih pendapat teman sejawat dan perenungan pribadi, maka pada tahun 2006 dimulailah pembangunan tempat wisata di jalan Mujahir Sukorambi, Jember, Jawa Timur. Berkat ridha Allah SWT dan ikhtiar semua pihak terkait, tanggal 24 Februari 2007 diresmikan tempat rekreasi Taman Botani Sukorambi.

Fasilitas Taman Botani Sukorambi
Taman Botani Sukorambi yang berkonsep rekreasi sambil belajar ini memiliki sejumlah fasilitas, yaitu:

  1. Lahan parkir luas
  2. Air kolam renang dari sumber mata air
  3. Akses ke lokasi bawah
  4. Pondok rapat gaharu
  5. Area barbeque outdoor
  6. Horti hut
  7. Pondok seni
  8. Aneka gazebo
  9. Restaurant
  10. Area outbound
  11. Wifi
  12. Golf cart
  13. Villa botani
  14. Panggung untuk musik
  15. Kamar mandi VIP
  16. Kamar mandi difable
Sarana Rekreasi dan Belajar
Dengan fasilitas lengkap di atas tidak mengherankan jika Taman Botani Sukorambi cocok untuk semua kalangan. Sejumlah lembaga pendidikan, instansi pemerintah maupun swasta, komunitas tertentu, perorangan, dan lainnya kerap menjadikan Taman Botani Sukorambi sebagai tujuan wisata.

Sebagai sarana rekreasi, tempat yang menjadikan Jember makin rame ini menyuguhkan rumah pohon, flying fox jungle, flying fox tombro, aneka permainan outbond, kolam renang khusus muslimah, kolam renang dewasa, kolam renang remaja, kolam renang anak, kolam renang pelangi 1, kolam renang pelangi 2, permainan air, pondok baca, serta arena berkuda.

Sedangkan sebagai sarana belajar, terdapat koleksi 500 jenis flora dan fauna, Bunny and friend village, aneka koleksi hewan hias, aneka koleksi hewan dilindungi, dan pembenihan ikan koi dan lobster air tawar sebagai tempat untuk belajar langsung.

Belajar Tanaman Herbal di Taman Botani Sukorambi
Dari sekian arena yang ada, spot koleksi 500 jenis flora dan fauna paling menarik bagi saya. Sebagai penyuka herbal, saya sangat bersyukur. Saya membayangkan, suatu hari nanti mucul herbalis-herbalis muda yang dilahirkan dari Taman Botani Sukorambi. Sebab bicara tentang herbal yang terlintas di benak adalah orang tua zaman kuno. Alangkah indahnya negeri ini jika kelak dipenuhi para herbalis muda yang sangat berkompeten di bidangnya.

Nenek moyang dulu tidak mengenal obat kimia. Mereka selalu memanfaatkan tanaman di sekitar untuk menjaga kesehatan dan mengobati bagian tubuh yang sakit. Bumi pertiwi ini kaya akan jenis tumbuhan berkhasiat yang sebagian telah tersedia di Taman Botani Sukorambi. Sebut saja, tanaman jati belanda, bunga wijaya kusuma, mengkudu, buah pepaya, daun mangkuk, daun beluntas, suruhan, bunga pagoda, bunga matahari, dan masih banyak lagi. Tanaman obat pada koleksi flora tidak hanya berasal dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri.

Mengenal Sifat Herbal di Taman Botani Sukorambi
Seorang herbalis harus mampu mengenal sifat herbal. Paham sifat herbal akan memudahkan dalam menentukan herbal tepat untuk mengobati penyakit. Terdapat empat sifat herbal, yaitu:
  • Herbal pahit (sambiloto, brotowali, bunga pepaya, dan lain-lain)
  • Herbal manis (alang-alang, pegagan, madu, dan lain-lain)
  • Herbal kelat atau sepat (secang, teh, salak, dan lain-lain)
  • Herbal aromatik atau herba panas (jahe, kayu manis, kurma, dan lain-lain)
Ke-empat sifat herbal di atas terdapat pada koleksi flora di Taman Botani Sukorambi. Setiap sifat herbal punya  manfaat dan khasiat masing-masing untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit.

Salah satu koleksi flora di Taman Botani Sukorambi. Sumber gambar: www.tulisannurulfadilah.wordpress.com


Mengenal Sifat Penyakit
Selain belajar mengenal sifat herbal, seorang herbalis harus mengenal sifat asal penyakit. Seperti sifat herbal, terdapat empat sifat asal penyakit, yaitu:
  • Panas-kering. Penyakit yang berhubungan dengan jantung dan paru-paru. Herbal yang bersifat panas-kering adalah herbal yang bersifat aromatik.
  • Dingin (sejuk)-kering. Penyakit yang bersumber dari darah. Herbal yang bersifat dingin-kering adalah herbal yang bersifat kelat.
  • Dingin (sejuk)-basah. Penyakit yang berhubungan dengan radang dan organ ginjal. Herbal yang bersifat dingin-basah adalah herbal yang bersifat manis.
  • Panas-basah (lembap). Penyakit yang terjadi pada usus, hati, limpa. Herbal yang bersifat panas-basah adalah herbal yang bersifat pahit.

Setelah mengetahui sifat herbal dan sifat penyakit, bagaimana mengobati penyakit?
Penyakit muncul jika terjadi ketidakseimbangan sifat tersebut dalam tubuh, sehingga sifat panas, kering, sejuk, dan lembab harus diseimbangkan. Caranya dengan mengonsumsi herbal yang berlawanan sifat dengan penyakitnya.
  • Penyakit panas-kering, konsumsi herba manis
  • Penyakit dingin-kering, konsumsi herba pahit
  • Penyakit dingin-basah, komsumsi herba aromatik
  • Penyakit panas-basah, konsumi herbal kelat
Dengan tersedianya koleksi ratusan tanaman herbal di salah satu spot Taman Botani Sukorambi, para pengunjung bisa lebih mudah belajar dunia herbal. Pengunjung tidak hanya mencatat jenis tanaman herbal untuk pengobatan penyakit tertentu, tapi juga bisa melihat dan menyentuh langsung bentuk rupa tanaman herbal di sana. 

Bukan hanya itu! Pengunjung juga bisa membawa pulang tanaman herbal yang diinginkan, tentunya dengan mengganti sejumlah rupiah. Tempat wisata yang setiap hari buka pukul 07.00-16.00 wib kecuali hari Jumat libur ini benar-benar menjadikan kota Jember makin rame. Masyarakat Indonesia khususnya warga Jember, Jawa Timur, patut bersyukur dan berbangga atas berdirinya Taman Botani Sukorambi.

Sumber tulisan:
http://tamanbotanisukorambi.com
Santi Yuliantini. 2016. Asyiknya Menjadi Herbalis Cilik. Jogjakarta: Tiga Ananda.

#destinasiwisataJember
#Jembermakinrame

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger.




















Selasa, 30 Mei 2017

Selembar Kain Dalam Nostalgia Tentara Jepang

...Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
(Reff: Lirik lagu Kolam Susu- Koes Plus)

Cuplikan lirik lagu di atas sesuai kondisi tanah air Indonesia yang subur, hasil bumi melimpah ruah, pemandangan alami yang indah memesona. Tidak heran jika negeri ini seolah sebagai tanah surga.

Bagaimana bukan tanah surga? Binatang ulat yang bagi sebagian orang sangat menjijikkan saja ternyata setelah melalui proses panjang akan bernilai jual tinggi. Tentu bukan sembarang ulat. Ulat berwarna warni pada umumnya akan menjelma kupu-kupu cantik. Sementara si ulat sutra akan menghasilan kokon atau kepompong ulat sutra di masa bertapanya. Kokon yang terkumpul siap dipintal menjadi bahan baku kain sutra.

Kokon (Kepompong Ulat Sutra)
 Sumber Foto: dokumen koran Kontan, 17 November 2012

 Kepompong dari ulat pemakan daun murbei ini menghasilkan serat sutra yang kemudian dipintal dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) menjadi kain sutra. Mengingat prosesnya yang demikian panjang; yakni mulai budidaya ulat sutra, pemintalan serat sutra, hingga menjadi kain sutra maka tidak mengherankan jika nilai jual kain ini tergolong mahal. Meskipun mahal, salah satu jenis kain khas nusantara ini tetap diminati. Coraknya yang beraneka ragam nan menawan, kain sutra kerap dijadikan cinderamata.

Serat Sutra dipintal dengan ATBM



  Sumber Foto: dokumen koran Kontan, 17 November 2012

Sementara itu, keahlian seseorang dalam memintal serat sutra menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) diperoleh secara turun temurun sejak jaman pendudukan Jepang di Tanah Air. Saat itu tentara Jepang mengakui bahwa kekuatan serat sutra setara dengan setengah kekuatan serat baja. Wow, lumayan kuat ya! Itu sebabnya tentara Jepang berani berinvestasi alat tenun bukan mesin. Rakyat Indonesia dipekerjakan untuk memintal serat sutra dan hasil kain sutra untuk parasut pasukan penerjun payung pada zaman itu. Waaa, tidak mengira ya. Si ulat sutra selain menghasilkan kain-kain cantik khas nusantara ternyata mampu menciptakan parasut untuk pasukan terjun payung di zaman kependudukan Jepang.

Kain sutra berbagai corak
 Sumber Foto: dokumen koran Kontan, 17 November 2012

Rasanya, semakin bersyukur dan cinta pada Ibu Pertiwi ini. Semoga kain nusantara yang menjadi ciri khas negeri ini, yang telah tersebar dari Sabang hingga Merauke dengan kekhasannya masing-masing, mampu menumbuhkan rasa syukur dan cinta damai di antara penghuni 'tanah syurga' ini. Aamiin.

Yuk ikutan juga menulis kain nusantara sobatku: Mbak Enny Chandra, Mbak Evi Z. Indrian dan Mbak Novita Oci.

#SAHABATGOLD
#KisahIstimewaSAHABAT
#PesonaIndonesia